Jakarta - Secara khusus, Jaringan '98 berpesan supaya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak melanjutkan praktik politik transaksional dan berani melawan gempuran nekolim neoliberalisme yang mendisintegrasi bangsa di aneka macam sendi kehidupan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bila mendapat amanah rakyat, Prabowo-Sandiaga sebaiknya melakukan kembali rencana pembangunan yang terstruktur dan bersiklus baik, ibarat adanya Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), sehingga rakyat mendapat proyeksi pembangunan yang terang dan merasa mempunyai pemimpin yang hadir di tengah kehidupan sehari-hari.
"Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menjaga rakyat dan NKRI tercinta serta memberkahi budi dan kesehatan kepada paslon 02 Prabowo-Sandiaga dalam aneka macam proses menuju dan sehabis Pemilu 17 April 2019. Gusti Allah mboten sare, eling lan waspada. Coblos 02 Prabowo-Sandiaga demi Indonesia Menang Adil Makmur. Insya Allah 2019 Prabowo Presiden!" kata Juru Bicara Jaringan '98, Ricky Tamba.
Pria berkepala plontos penghobi bolabasket dan sepakbola tersebut meyakini bahwa Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno yaitu pasangan pemimpin yang paling sempurna dipilih rakyat untuk membenahi aneka macam problematika kebangsaan yang terus menerpurukkan Indonesia pasca reformasi.
Selain itu, status Prabowo Subianto sebagai purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI), akan sangat paham dan bisa menunjukkan arah kepemimpinan dan ideologisasi kebangsaan sesuai nilai luhur Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 yang orisinil dan amanat keinginan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
sumber : suaramerdeka
Share This :

comment 0 komentar
more_vert