Sudirman Said Sebut Ada Relawannya Dipaksa Pakai Kaos 01

Sudirman Said Sebut Ada Relawannya Dipaksa Pakai Kaos 01
Masa kampanye akan berlangsung sampai 13 April mendatang. Masing-masing pasangan calon capres cawapres pun mempunyai kesempatan untuk memberikan eksklusif visi misi mereka kepada warga.

Sayangnya, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said mengungkap bencana tak mengenakkan selama masa kampanye ini. Katanya, mulai muncul rentetan intimidasi terhadap jadwal kegiatan paslon jagoannya.

Melalui keterangan persnya, Sudirman yang juga Koordinator relawan Gerakan Masyarakat Prabowo-Sandiaga (Gema PADI) Jawa Tengah itu membeberkan bencana janggal satu per satu. Salah satunya terjadi di Grobogan, dikala sejumlah relawan yang hendak menghadiri kegiatan kampanye Cawapres Sandiaga Uno, Sabtu (12/1) diadang beberapa orang.

"Beberapa truk yang akan hadir di program kami itu diadang di perjalanan dipaksa kembali. Kemudian ketua panitianya didatangi sekelompok orang, ada satu tokoh masyarakat yang jadi pendukung kami didatangi beberapa orang,” kata Sudirman dalam keterangan resminya, Sabtu (12/1).

Lebih miris, lanjutnya, ada laporan bencana para relawan yang sudah tiba di lokasi program malah diberi kaos pasangan nomor urut 01. Mereka dipaksa untuk memakainya di program relawan tersebut. Saat ini pihak Sudirman tengah menanti gosip detailnya.

“Kalau ini benar, ini satu yang kurang baik, jelas-jelas itu tindakan ofensif secara fisik dan mental. Kalau lahan kampanyenya kan begitu besar, jadi tidak harus orang sedang bikin acara, kemudian diserang secara mental dan fisik, maksa memberi kaos kemudian dipaksa dipakai, juga memaksa memasang spanduk di daerah program kami,” katanya.

Berdasarkan laporan tadi, Sudirman menyebut, padahal pegawanegeri keamanan dan Panwaslu ada dan mengetahui bencana tersebut. Namun nihil tindak lanjut terhadap agresi sekelompok orang yang mengganggu kampanye Sandiaga di Grobogan itu.

Belum lagi soal perobekan gambar dan bendera, baik partai maupun calon legislatif dari partai koalisi Prabowo-Sandi. “Kami tidak dapat menyampaikan siapa yang mengerjakan itu, tapi yang terang itu terjadi. Saya berharap kepada Bawaslu, pegawanegeri keamanan, penyelenggara pemilu harus betul-betul bertindak tegas,” harapnya.

Sudirman pun lantas membandingkannya dengan kinerja Bawaslu di Bogor. Yaitu dikala Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dituding terlibat dukung mendukung salah satu paslon di Pilpres. Eks Mendikbud itu pada karenanya terbukti tak melaksanakan unsur pidana pada bencana itu.

“Kemarin Pak Anies Baswedan cepat diproses meski kemudian disimpulkan tidak ada pelanggaran hukum. Tindakan cepat menyerupai ini harus terjadi untuk seluruh masyarakat. Saya mendengar mitra di Solo dan Grobogan, aparat, Bawaslu melihat, mudah-mudahan menjadi perhatian dan tidak terjadi lagi di Jateng,” paparnya.

Mengenai akan ada atau tidaknya pelaporan soal rentetan bencana di Grobogan tadi, Sudirman berujar langkah itu bukanlah tujuannya. Tetapi bila masalahnya serius, kemudian mengancam proses demokrasi Bawaslu wajib turun tangan.

Ke depan, eks cagub Jateng ini mengharap bencana kekerasan menyerupai ini tidak kembali terulang. Masuk menjadi kontestan Pemilu, menurutnya, harus memberikan kebaikan kepada publik.

“Kekerasan itu ialah wujud dari ketidakberadaban. Padahal pemilu ialah bentuk dari peradaban kita sebagai negara demokrasi. Makara kekerasan berlawanan dengan niat dari pemilu,” pungkasnya. [Jawapos.com]
Share This :