![]() |
| ilustrasi demo perangkat desa di DPR |
Puluhan ribu perangkat desa tiba ke Jakarta untuk menggelar agresi tagih kesepakatan Presiden Joko Widodo.
Namun rencana agresi bertajuk Silaturahmi Nasional itu harus berubah lokasi secara tiba-tiba.
Awalnya, mereka akan melaksanakan agresi di depan Istana Negara, dan titik kumpul ada di masjid Istiqlal, tiba-tiba berubah.
Menurut Zainur Ridho, salah seorang penerima agresi dari Gresik, Jawa Timur menyampaikan ada instruksi oleh Ketua Umum Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Nasional, Mujito pada kemarin malam (Minggu, 13/1) lewat grup Whatsapp, biar penerima agresi berkumpul di daerah Gelora Bung Karno.
"Awal rencana kita kumpul di Istiqlal, kemudian berubah di GBK, khan rencana agresi ke Istana tagih kesepakatan Jokowi," ucap Zainur, sesaat kemudian (Senin, 14/1).
Zainur menambahkan selain lokasi berubah ada pelarangan pembentangan spanduk dan orasi dengan alasan Presiden akan hadir di GBK dan setuju akan Memutuskan Gaji Perangkat desa setara PNS Golongan 2A beserta Tunjangannya.
Namun rencana agresi bertajuk Silaturahmi Nasional itu harus berubah lokasi secara tiba-tiba.
Awalnya, mereka akan melaksanakan agresi di depan Istana Negara, dan titik kumpul ada di masjid Istiqlal, tiba-tiba berubah.
Menurut Zainur Ridho, salah seorang penerima agresi dari Gresik, Jawa Timur menyampaikan ada instruksi oleh Ketua Umum Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Nasional, Mujito pada kemarin malam (Minggu, 13/1) lewat grup Whatsapp, biar penerima agresi berkumpul di daerah Gelora Bung Karno.
"Awal rencana kita kumpul di Istiqlal, kemudian berubah di GBK, khan rencana agresi ke Istana tagih kesepakatan Jokowi," ucap Zainur, sesaat kemudian (Senin, 14/1).
Zainur menambahkan selain lokasi berubah ada pelarangan pembentangan spanduk dan orasi dengan alasan Presiden akan hadir di GBK dan setuju akan Memutuskan Gaji Perangkat desa setara PNS Golongan 2A beserta Tunjangannya.
"Sebaiknya kita kembali ke rencana awal," demikian Zainur. [jto/rmol.co]
Share This :

comment 0 komentar
more_vert