
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berjanji tidak akan mengangkat jaksa agung dari parpol bila memang Pilpres 2019. Ekonom Rizal Ramli pribadi angkat bicara.
Janji itu disampaikan koordinator juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurut dia, nantinya posisi jaksa agung akan diberikan kepada orang profesional, bukan dari parpol.
"Pak Prabowo sudah sampaikan tidak pernah angkat Jaksa Agung dari parpol. Dipastikan orang yang duduki jabatan Jaksa Agung ialah orang yang tidak berasal dari parpol tetapi punya integritas yang baik. Itu poinnya," terang Dahnil, Sabtu (12/1/2019) menyerupai dikutip dari Detikcom.
Dia menyampaikan pihaknya sudah mendapatkan kisi-kisi 20 pertanyaan untuk debat pada Kamis (17/1/2019). Pertanyaan tersebut terkait HAM, korupsi, dan terorisme.
Menurut Dahnil, soal pemberantasan korupsi sudah masuk dalam visi misi Prabowo-Sandi. Lalu, ia menekankan dalam visi misi sudah dijabarkan tiga aspek pemberantasan korupsi.
Aspek pertama memastikan gerakan anti korupsi itu menjadi budaya. Maka itu, dalam visi misi itu pemberantasan korupsi mesti jadi gerakan.
Lalu, aspek kedua dengan melaksanakan pemberantasan korupsi bahwa kepemimpinan itu harus kuat. Dengan pemimpin berpengaruh maka presiden bisa konsisten dalam pemberantasan korupsi tanpa tersandera oleh kepentingan apa pun.
"Itulah jikalau anda membaca dana politik kita didanai oleh Prabowo-Sandi. Ini untuk memastikan dikala dia berdua jadi presiden dan wakil presiden tidak tersandra oleh conflict of interest, atau kepentingan rente dari kelompok tertentu," jelasnya.
Kemudian, aspek ketiga memastikan penegakan hukum. Terutama para penegak aturan yang mendukung tugas pemberantasan korupsi. Ia menegaskan bila terpilih maka posisi jaksa agung akan diisi dari profesional bukan dari politikus.
Menanggapi komitmen untuk tidak mengangkat Jaksa Agung dari parpol, Rizal Ramli mengatakan, ilham itu sangat bagus. Hanya saja, dia mengingatkan semoga Prabowo-Sandi tak ingkar komitmen sesudah terpilih nanti. [Rakyatku.com]
Janji itu disampaikan koordinator juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurut dia, nantinya posisi jaksa agung akan diberikan kepada orang profesional, bukan dari parpol.
"Pak Prabowo sudah sampaikan tidak pernah angkat Jaksa Agung dari parpol. Dipastikan orang yang duduki jabatan Jaksa Agung ialah orang yang tidak berasal dari parpol tetapi punya integritas yang baik. Itu poinnya," terang Dahnil, Sabtu (12/1/2019) menyerupai dikutip dari Detikcom.
Dia menyampaikan pihaknya sudah mendapatkan kisi-kisi 20 pertanyaan untuk debat pada Kamis (17/1/2019). Pertanyaan tersebut terkait HAM, korupsi, dan terorisme.
Menurut Dahnil, soal pemberantasan korupsi sudah masuk dalam visi misi Prabowo-Sandi. Lalu, ia menekankan dalam visi misi sudah dijabarkan tiga aspek pemberantasan korupsi.
Aspek pertama memastikan gerakan anti korupsi itu menjadi budaya. Maka itu, dalam visi misi itu pemberantasan korupsi mesti jadi gerakan.
Lalu, aspek kedua dengan melaksanakan pemberantasan korupsi bahwa kepemimpinan itu harus kuat. Dengan pemimpin berpengaruh maka presiden bisa konsisten dalam pemberantasan korupsi tanpa tersandera oleh kepentingan apa pun.
"Itulah jikalau anda membaca dana politik kita didanai oleh Prabowo-Sandi. Ini untuk memastikan dikala dia berdua jadi presiden dan wakil presiden tidak tersandra oleh conflict of interest, atau kepentingan rente dari kelompok tertentu," jelasnya.
Kemudian, aspek ketiga memastikan penegakan hukum. Terutama para penegak aturan yang mendukung tugas pemberantasan korupsi. Ia menegaskan bila terpilih maka posisi jaksa agung akan diisi dari profesional bukan dari politikus.
Menanggapi komitmen untuk tidak mengangkat Jaksa Agung dari parpol, Rizal Ramli mengatakan, ilham itu sangat bagus. Hanya saja, dia mengingatkan semoga Prabowo-Sandi tak ingkar komitmen sesudah terpilih nanti. [Rakyatku.com]
Share This :
comment 0 komentar
more_vert