Kubu Humphrey Djemat Akan Datang Ke Madura Kampanyekan Prabowo-Sandi

Kubu Humphrey Djemat Akan Datang Ke Madura Kampanyekan Prabowo-Sandi
Surbaya – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di bawah kepemimpinan Humphrey Djemat terus berkomitmen untuk mengawal pemenangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Bahkan, pada pertengahan bulan ini, Humphrey akan kembali ke Jawa Timur untuk melanjutkan kampanye Prabowo-Sandi.


”Rencananya, Pak Humphrey akan kembali ke Jatim. Beliau rencananya akan berkunjung ke sejumlah kiai di Madura,” kata Ketua DPW PPP Jatim versi Humphrey Djemat, KH M Ikrom Hasan kepada Surya.co.id di Surabaya, Sabtu (5/1/2018).

Menurutnya, jadwal pemenangan Prabowo-Sandi di Pemilu 2019 menjadi salah satu resolusi sekaligus sasaran yang harus dicapai oleh PPP di usia yang ke-46 tersebut. ”Kami sudah mendukung Pak Prabowo, sehingga harus terus menggerakkan. Kami akan terus akrif untuk mendukung Pak Prabowo,” tegas Ikrom.

Selain memenangkan pilpres, pihaknya juga menargetkan partai berlambang Kabah ini dapat lolos parliamentary threshold atau amabang batas dewan legislatif yang mencapai empat persen.

”Kedepan kami tidak ingin PPP tinggal nama atau tenggelam. Oleh alasannya yaitu itu, kami berharap Parliamentary threshold ini dapat terpenuhi,” katanya.

Pihaknya berharap kepada kader PPP untuk berjuang keras di pesta demokrasi kali ini.

”Mereka merasa lebih bersahabat dengan penguasa sehingga merasa kuat. Padahal, di beberapa survey, PPP dikala ini tidak hingga tiga persen,” ungkap Ikrom.

”Sehingga, PPP memang terancam akan tinggal nama. Susah bagi kawan-kawan yang di bawah ini,” imbuhnya.

Oleh karenanya, meskipun pihaknya berbeda kubu dengan kepengurusan PPP di bawah kepemimpinan M Romahurmuziy (Romy) yang sekarang diakui oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pihaknya tetap kesepakatan mendukung PPP.

”Konflik kami hanya bersama pengurusnya saja. Kalau dengan PPP, kami rasa jangan hingga (konflik),” tandasnya.

”Sebab, hanya PPP yang menjadi satu-satunya partai yang merepresantasikan Islam. Kami tetap mendukung jangan hingga PPP tenggelam,” tegasnya kembali.

Pihaknya tak memungkiri bahwa sulit untuk mengakhiri konflik antara pihaknya dengan kubu Romi.

”Sebab, Romy menyerupai itu. Akhirnya, saya ngomong ke arus bawah supaya tidak terlibat dalam konflik. Sehingga, seharusnya masalah ini dipisah, antara kepentingan kepengurusan dan pileg,” ujarnya.

”Soal PPP akan sempurna kami dukung. Akhirnya, masyarakat akan tahu. Mana PPP yang berjuang untuk umat atau PPP yang dijual untuk kepentingan kelompok tertentu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris DPW PPP Jatim kubu Romy, Norman Zein Nahdi, menegaskan bahwa memenangkan Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin menjadi satu di antara jadwal utama partainya.

” Untuk pilpres bukan lagi gas pol rem pol, tapi hanya gas pol,” kata Norman kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (5/1/2018).

Terkait masalah dualisme, pihaknya optimistis bahwa hal itu tak kuat banyak. Sekalipun, ada beberapa konstituennya di akar rumput yang mengawatirkan konflik berkepanjangan tersebut.

”Sempat ada yang bertanya, namun tidak banyak. Mayoritas kader PPP solid membantu pemenangan di Pilpres,” katanya.

Ia lantas menyindir figur Humphrey Djemat yang ditunjuk menjadi Ketua Umum versi Muktamar Jakarta. Ia lantas membandingkan dengan Romy yang dinilai lebih laik memimpin partai bernafas religius-Islam ini.

”Mas Romy gandengannya dengan PPP jelas. Beliau keturunan cucu dari putra dari M Tolchah Mansoer, pendiri IPNU dan anggota DPR-GR mewakili Partai NU sekaligus cucu Menteri Agama ketujuh KH M. Wahib Wahab. Kalau Pak Humprey, siapa?,” sindir Norman.

Oleh karenanya, banyak pengurus di PPP yang lantas mendukung kepemimpinan Romy.

”Kepengurusan kami diisi oleh orang usang yang semenjak awal membersarkan PPP. Kalau kubu sebelah, kami justru tidak kenal alasannya yaitu banyak diisi orang baru,” katanya.

Agar masalah tidak semakin luas, pihaknya mengusulkan kepada DPP untuk memperingatkan kubu Humphrey supaya tak lagi memakai nama PPP di setiap kegiatanya.

”Kubu mereka tidak laik untuk membawa nama PPP. Kalau mau berkegiatan partai, lebih baik memakai nama baru,” tegasnya.



sumber : surya.co.id
Share This :