Dikira Stres Karna Ujian, Ternyata Butuh Transplantasi Jantung

Dikira Stres Karna Ujian, Ternyata Butuh Transplantasi Jantung

Jakarta - Tidak pernah terlintas dipikiran mahasiswi di Northwich, Inggris bahwa dirinya akan membutuhkan jantung orang lain untuk menggantikan jantungnya yang melemah.

Yaitu Charlotte Carney (22) yang awalnya disangka mengalami stres alasannya ujian yang harus ditempuhnya. Ia mengalami kelelahan yang cukup parah dan membutuhkan tidur siang secara konsisten.

Dokter menyebut kondisinya pada tahun 2013 itu berkaitan dengan stres. Tetapi kesehatannya terus menurun dan membuatnya tertidur selama 20 jam per hari. Bahkan, ia hampir kesulitan untuk berjalan.

"Tetapi seiring tahun demi tahun berlalu, kesehatan saya terus menurun, saya berjuang untuk tetap terjaga selama lebih dari beberapa jam," ujar Carney dikutip dari Daily Mail.

Lima tahun berselang, pada Februari kemudian ia menjalani serangkaian tes yang risikonya menyampaikan diagnosis kondisinya. Ia mengidap penyakit kardiomiopati restriktif.

Kardiomiopati restriktif ialah penyakit yang melemahkan dan memperbesar otot jantung. Kardiomiopati menciptakan lebih sulit bagi jantung untuk memompa darah dan mengirimkannya ke seluruh tubuh.

Ada banyak penyebab kardiomiopati, termasuk penyakit arteri koroner dan penyakit jantung katup. Kardiomiopati sanggup mengakibatkan gagal jantung.

Dokter menyampaikan bahwa pengobatan tidak membantu memperbaiki kondisi Carney. Ia dimasukkan ke dalam daftar tunggu transplantasi jantung pada tiga bulan sehabis didiagnosis.

"Saya tahu waktu saya hampir habis. Dan bila saya tidak mempunyai organ gres dengan cepat, saya berisiko," ungkapnya.

Dokter menemukan donor yang cocok hanya tiga ahad kemudian. Prosedur tranplantasi pun dilakukan dengan lancar.

Dalam waktu empat minggu, Carney diizinkan pulang ke rumah. Ia dan keluarganya pun merasa sangat senang. Carney pun segera berencana untuk menamatkan gelarnya di bidang psikologi forensik.

"Jumlah orang dalam daftar tunggu tidak ada habisnya, saya hanya sangat bersyukur saya ialah salah satu yang beruntung yang tidak perlu menunggu bertahun-tahun untuk transplantasi," tandasnya.



Sumber : detik.com
Share This :