Ust. Felix Siauw - Persatuan Akan Datang

Ust. Felix Siauw - Persatuan Akan Datang

Berbeda itu bukan berarti bermusuhan, itu yang dipraktekkan Muslim Xinjiang yang berbeda kultur, agama, dan fisik dengan kebanyakan penduduk Cina lainnya.

Bertahun-tahun lamanya tidak ada konflik di Xinjiang, mereka hanya melaksanakan acara sebagaimana kita dan ibadah menyerupai Muslim lain di dunia pada umumnya.

Itulah bukti, bahwa Islam itu di manapun mendamaikan, di daerah lain selain di Xinjiang pun begitu, menyerupai di Indonesia yang disatukan lantaran Islam.

Hanya, mereka yang tak suka dengan Islam, untuk kepentingan mereka, kemudian memberi label negatif seolah Muslim itu jahat, radikal, teroris, makar.

Secara tidak langsung, Islam dituduh menjadi penyebab radikalisme. Karenanya de-radikalisasi harus dijalankan, yang ujung-ujungnya yakni de-Islamisasi.

Maka tindakan jahat, bengis, brutal, diperlakukan pada mereka atas nama pre-emptive action, kamp konsentrasi, kampanye anti-halal, menyerupai pada Uyghur di Xinjiang.

Nyawa dan jiwa, disiksa dan didera, semua disebabkan oleh tuduhan. Padahal yang mereka lakukan sama saja menyerupai kita, shalat, puasa, dakwah.

Itulah kesamaan teladan komunis dan kapitalis dalam menekan Islam. Tuduh dulu radikal dan teroris, kemudian lakukan sesadis sebrutal apapun siksaan pada Muslim.

Sekarang dunia menyaksikan, Muslim yang dituduh radikal dan teroris, dimana-mana hanya jadi korban, ingat AS – Iraq, Israel – Palestina, Cina – Uyghur.

Penganjur toleransi, anti-rasialis, pelopor kemanusiaan, masih banyak yang bungkam. Apakah lantaran ini korbannya yakni Muslim? Yang dianggap radikal?.

Sedihnya, dikala ini tak ada yang dapat kita buat selain berdoa dan menunjukkan edukasi biar ummat sadar bahwa kita Muslim itu satu kesatuan.

Juga berdoa, biar satu dikala nanti, ada negara yang berani mengerahkan kekuatan untuk menuntaskan penindasan pada kaum Muslim, dikala Muslim bersatu, insyaAllah.

Penulis: Ust. Felix Siauw  Sumber http://www.portal-islam.id
Share This :