Jakarta - Sandiaga Salahuddin Uno berharap para santri milineal untuk membangun negeri ini dengan menjadi entrepreuner dan jangan jadi politisi, alasannya yaitu menguras kantong.
Hal ini disampaikan calon wakil presiden nomor urut 02 ini ketika memperlihatkan motivasi pada para santri di joglo Ponpes Ngabar Wali Songo.
"Milenial bonus demografi yang dapat membuat Indonesia gemilang di tahun -tahun mendatang. Milenial harus punya niat dan ketetapan hati memperlihatkan efek faktual pada ekonomi negeri ini yang sedang tidak baik, dan tugas ini dapat diambil para santri, jangan jadi politisi, menguras kantong," kata Sandiaga dalam siaran pers, Sabtu (22/12/2018)
Menurut Sandi Para santri mileneal harus terus memikirkan cara-cara baru, temukan terobosan-terobosan, selalu siap mengambil resiko dan silaturahmi dengan membuat jejaring. Karena silaturahmi itu selain memperpanjang umur, juga salah satu satu pintu rejeki," terperinci Sandi.
"Santri milenial harus membuat masa depan untuk sendiri, cowok dapat cari peluang. Harus jadi entreprenuership, you can do it," kata Sandi.
Dalam kesempatan berbeda Sandiaga Uni menemukan tempe ibarat kerikil bata ketika menyerap aspirasi pedagang Pasar Songgolangit di Jalan Soekarno Hatta, Kabupaten Ponorogo. Sang penjual Ririn hanya tersenyum mendengar candaan Sandi.
"Tempe berbentuk kerikil bata ini harus dibeli," kata mantan wakil gubernur DKI ini sambil mengeluarkan uang setatus ribu, Ririn pun bertambah senyumnya ketika tidak perlu mengembalikan uang. "Buat ibu Ririn saja," ucap Sandi.
Ririn menjual tempe sebesar kerikil bata seharga Ro 3000. Sedangkan tempe yang lebih besar, yang disebut Sandi tempe kibor di jual seharga Rp 7000. Menurut Ririn harga mulai naik. Sebelumnya tempe kerikil bata dijual seharga Rp 2500 sedangkan yang lebih besar naik seribu rupiah menjadi Rp 7000.
Siti Zaitun penjual telur juga mengaku harga telurnya naik. Sebelumnya Siti menjual seharga Rp 22.000 kini Rp 24.000. Semua harga-harga naik pak, biar saja nggak terus begini. Setiap natal dan tahun gres niscaya naik,"
Keluh Siti.
Menurut Sandi, kalau diberi amanat untuk melayani masyarakat Indonesia. Dia berjanji akan merealisasikan harga-harga stabil dan terjangkau.
"Tadi pedagang dan pembeli mengeluh harga-harga naik. Tidak hanya telur, tempe, tapi juga ayam dan beras. Salah satu solusinya yaitu penyedehanaan rantai distribusi terbuka dan berkeadilan. Sehingga tiap ada hari raya besar semua kebutuhan pokok naik," terperinci Sandi yang disambut hangat oleh pedagang Songgolangit.
sumber cnbcindonesia
Share This :

comment 0 komentar
more_vert