Anda Harus Ketahui Kebutuhan Makanan Anak Usia 1 Tahun

Anda Harus Ketahui Kebutuhan Makanan Anak Usia 1 Tahun
Bermain sudah menjadi acara utama. Bahkan dalam kondisi sedang makan pun mereka tetap berlari kesana kemari.

Dengan kondisi menyerupai itu, tentu Ayah Bunda sedikit kewalahan untuk memastikan bawah umur telah mengkonsumsi kuliner yang diharapkan oleh tubuhnya.

Karena itu, disinilah pentingnya kesadaran Ayah Bunda untuk memantau rujukan makan sehat anak. Salah satu yang penting dipahami yaitu mengetahui nutrisi apa yang diharapkan khususnya anak yang sudah menginjak usia 1 tahun.

Menurut seorang hebat gizi lulusan agenda studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia, Arinda Veratamala, bawah umur yang sudah menginjak satu tahun biasanya mulai pilih-pilih makanan, menolak kuliner sesudah beberapa gigitan, bahkan sanggup hingga mengemut kuliner di dalam mulut.

"Perubahan kebiasaan makan ini kebanyakan dipengaruhi oleh pergantian sajian makanannya, dari kuliner cair ke kuliner yang bertekstur lebih padat atau kuliner berat yang disamakan dengan sajian keluarga," kata Arinda dalam ulasannya dikutip laman Hello Sehat.

Untuk mengatasi tingkah polahnya ketika waktu makan, kata Arinda, sebaiknya sesuaikan pilihan kuliner untuk anak 1 tahun dengan mengikuti panduan ini.

Lantas, kuliner untuk anak 1 tahun, yang baik menyerupai apa?

Menurut Arinda, di usia satu tahun, anak sudah sanggup mengunyah kuliner padat, menyerupai nasi, daging, telur, ayam, brokoli, labu siam, mie, roti, apel, melon, semangka, dan lainnya. Umumnya anak juga sudah sanggup makan sendiri.

Arinda menyebutkan, anak usia satu hingga dua tahun membutuhkan sebanyak 1000-1400 kalori per hari. Karena itu, orangtua perlu memastikan anak harus makan sebanyak tiga kali per hari ditambah dua hingga tiga kali kudapan biar kebutuhan kalori tersebut tercapai.

"Kalori ini sanggup didapat dari sayuran, buah-buahan, kuliner sumber karbohidrat, kuliner sumber protein hewani dan nabati, serta susu," kata Arinda.

Makanan sumber karbohidrat yaitu menyerupai nasi, mie, pasta, roti, kentang, dan oat. Makanan sumber protein hewani yaitu menyerupai daging, ayam, ikan, telur, keju, dan produk susu.

Sedangkan, kuliner sumber protein nabati yaitu tempe, tahu, kacang kedelai, kacang merah, dan kacang-kacangan lainnya.

"Tawari anak kuliner sehat. Ingat, pemilihan kuliner anak yaitu Anda yang menentukan. Pilihlah kuliner sehat untuk diberikan ke anak," pesannya.


Arinda pun mengingatkan bahwa ukuran perut anak masih kecil, jadi penuhi perut anak dengan kuliner yang sehat, bukan hanya kuliner yang hanya memenuhi perut tanpa sanggup memenuhi kebutuhan gizi anak.

Dia juga menekankan untuk membatasi kuliner elok dan kuliner dengan kalori kosong untuk diberikan ke anak. Selain alasannya yaitu kurang bergizi, sering menunjukkan kuliner elok juga sanggup merusak kebiasaan makan anak yang sehat.

"Dikhawatirkan, anak akan lebih suka makan kuliner elok dan tidak ingin makan kalau diberi kuliner dengan rasa yang kurang berpengaruh atau hambar, menyerupai sayuran dan buah-buahan," jelasnya.

Arinda menyampaikan bahwasanya tidak ada perbedaan lagi antara kuliner yang Anda konsumsi dengan kuliner untuk anak 1 tahun. Yang berbeda hanyalah besar porsinya dan cara menunjukkan makanannya.

Arinda menjelaskan, sangat penting bagi orangtua untuk mendorong anak mencoba banyak sekali macam rasa dan tekstur kuliner sehingga pengecap anak tidak aneh dengan kuliner tertentu.

"Hal ini sanggup mencegah anak dari kebiasaan pilih-pilih makanan," imbuhnya.

Adapun tipsnya, biarkan anak menentukan dan menggenggam sendiri makanannya. Kemudian pada usia sekitar 15-18 bulan, berikan anak sendok atau garpu khusus untuk anak biar ia sanggup menyuapi dirinya sendiri.

Menurut Arinda, makan sendiri sanggup melatih koordinasi antara mata, tangan, dan ekspresi anak. Hal ini juga sanggup melatih kemandirian anak.
Share This :